Senin, 22 Maret 2010

Renungan Jiwa

Renungan Jiwa

Pahami dirimu dan jangan pernah menyalahkan siapapun. Coba renungkan, beri kesempatan pada nurani mencari jalannya sendiri, karena terkadag logika menilai sesutu terlalu subjektif. Walaupun pada banyak kesempatan mereka bisa seiring sejalan. Namun yakinlah, ini masalah yang lain dari biasanya. Tak pantas menyalahkan diri sendiri, karean itu akan sangat menyiksa.

Mungkin inilah bagian dari proses pendewasaan diri, yaitu ketika nurani berperang melawan logika dan titik temunya adalah keseimbangan, dimana nurani sejajar dengan logika, tidak ada yang mendominasi dan didominasi. Buah dari kedewasaan itu adalah sikap dan perilaku yang ramah dengan keputusan yang bijak. Tidak ada yang salah dan patut dipersalahkan. Karena kebenaran hanyalah sebuah teka-teki kehidupan dan akan terpecahkan dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu.

Masalah bukan merupakan musibah, itu hanya sebuah cobaan. Meratapi nasib bukanlah jalan terbaik, karena hanya akan menjadi beban. Tidak perlu menyesal, karena tidak akan merubah suasana. Kesalahan adalah suatu hal yang lumrah dan akan lebih baik kalau dijadikan sebagi bahan evaluasi diri. Sehingga semua proses perjalana hidup yang kita alami akan mengantarkan kita pada pribadi yang bijaksana.

Hasil tidak ada yang sempurna karena manusia memang tidak pernak sempurna, hasil juga tidak ada yang memuaskan karena manusia tidak pernah puas. Yang ada hanyalah proses menuju kesempurnaan dan mendekati kepuasan. Oleh karena itu jangan pernah takut salah, karena tanpa ada kesalahan kita tidak akan pernah tau seperti apa rupa kebenaran.

Kebenaran sejati hanya milik Allah, kesempurnaan tidak akan pernah menjadi hak manusia, dan kepuasan tidak pernah ada dalam bahasa manusia. Mungkin itulah hidup yang sesungguhnya. Manusia hanya bisa berdo’a dan berusaha, hasil akhir itu urusan tuhan


Malang, 19 januari 2010

Oleh: Adianshari