Sabtu, 13 November 2010

Cinta dan Kpalsuan

Cinta dan Kepalsuan

Perselingkuhan antara cinta dan kemunafikan melahirkan sejuta kepalsuan

Perkawinan antara kepalsuan dan keragu-raguan membuahkan fatalistas permanen

Sesuatu yang paling intim dari proses fatalisasi adalah matinya proses berpikir

Al-Hasil karakter dan jatidiri punah secara perlahan

Idealismepun menjadi barang langka

Cukup tragis bukan???

Inilah fatalitas dari cinta!!!

Cinta yang disalah gunakan dan disalah artikan

Yang dikawal oleh eksistensi kebohongan

Yang diiming-imingi kesenagan sesaat

Akhirnya masa lalu hanya tinggal sejarah

Masa kini adalah segala-galanya

Masa depan??? Itu Cuma mimpi kawan…

Tak pernah ada masa depan dalam dunia nyata

Itulah kata para pecinta yang pola pikirnya diselimuti kabut

dan misteri kepalsuan cinta

Kelihatannya cukup menyedihkan, tapi mereka cukup menikmatinya

Keaslian dan imitasi nampak sama di mata mereka

Dosa??? Mungkin tak ada dalam bahasa meraka

Kesenangan adalah harga mati

Walau tak jarang kesenangan itu mengahantarkan mereka pada kematian

Terkadang mereka percaya takdir, namun cinta sudah terlanjur menjadi tuhan

Sehingga kebenaran sejati nampak bias di mata mereka

Malang, 13 November 2010

By: Adianshari

Kaboro Tuga



Kaboro Tuga

Doho balingo ndanda donga langi

Doho podampa kese dua kai sarumbu kasa

Adeku nadahu disa wunga ngenaku ibu dose

Ne’e kaboro tuga lao kai ricu raka toga

Ake arara ibu kabuneku cara loa kaina iba

Loa kaina tanda tanga kaloakura doho santengi

Kantikaku gega baina ipi gugu

Kantikaku sarome roho to’i loana tarima

Oe ruma dei itampa suju te’e kaiku rima

Kasi kaipu ade aka mada dei adamu

Ma manggi kalai ma dangawa nggori kulia

Ake mada kawa’ura sada kane’era ricu wisuda

Ta mebei to’ipu tenggo sarumbu ro turu teipu ncai ma rombo

Kaloakura disa eda angi labo ibu dose

Baina iuku wedu baina kidi kamidiku bune wadu

Kaloakura nuntu kabae saraana ra karawi ro kabua

Malang, 02 November 2010