Senin, 04 April 2011

Ayah...

Kepribadian mulia tercermin dalam sikapmu
Sosok bijak ada padamu
Engkaulah guru bagiku
Engkaulah lider sejatiku

Engkau perkenalkan dunia kepadaku
Hitam dan putih
Manis dan pahit
Tinggi dan rendah
Baik dan buruk
Semua kau tunjukkan padaku

Engkau mengajariku tentang kehidupan
Bagaimana menghormati dan dihormati
Bagaimana menghargai dan dihargai
Bagaimana memimpin dan dipimpin
Bagaimana bertutur dan bertingkah
Semua kau terangkan padaku

Ku tak tau bagaimana harus membalas
Tiada kata yang pantas ku ucapkan
Tiada rasa yang pantas ku ungkapkan
Hanya terimakasih yang bisa kupersembahkan


Malang, 16/02-2010
By: Adianshari

Curahan hati…

Ku termenung di kesepian malam
Terjebak dalam kegundahan hati
Tertawan oleh rasa yang tak tentu
Tak tahu kemana harus ku curahkan

Tanpa arah...
Tanpa tujuan...
Tanpa kejelasan...
Ku jalani dengan sabar dan tawakal

Sedikit keyakinan di dalam diri
Menemani mencari mimpi yang hilang
Walau penuh misteri
Namun masih ada sedikit harapan

Masalah bukanlah kutukan
Kebahagiaan bukanlah mukjizat
Yang berlalu pasti berbekas
Semua hanyalah pelajaran hidup

Tak ada yang pantas tuk disesali
Walau berat tuk ku ingkari
Wajahku pucat, mataku berkaca
Sedikit senyuman menawarkan solusi

Ku mencoba tuk merenungi...
Ini bukan ujung
Ini juga bukan akhir
Ini hanyalah awal sebuah pencarian

Malang, 07/02-2010
By: Adianshari

Sabtu, 13 November 2010

Cinta dan Kpalsuan

Cinta dan Kepalsuan

Perselingkuhan antara cinta dan kemunafikan melahirkan sejuta kepalsuan

Perkawinan antara kepalsuan dan keragu-raguan membuahkan fatalistas permanen

Sesuatu yang paling intim dari proses fatalisasi adalah matinya proses berpikir

Al-Hasil karakter dan jatidiri punah secara perlahan

Idealismepun menjadi barang langka

Cukup tragis bukan???

Inilah fatalitas dari cinta!!!

Cinta yang disalah gunakan dan disalah artikan

Yang dikawal oleh eksistensi kebohongan

Yang diiming-imingi kesenagan sesaat

Akhirnya masa lalu hanya tinggal sejarah

Masa kini adalah segala-galanya

Masa depan??? Itu Cuma mimpi kawan…

Tak pernah ada masa depan dalam dunia nyata

Itulah kata para pecinta yang pola pikirnya diselimuti kabut

dan misteri kepalsuan cinta

Kelihatannya cukup menyedihkan, tapi mereka cukup menikmatinya

Keaslian dan imitasi nampak sama di mata mereka

Dosa??? Mungkin tak ada dalam bahasa meraka

Kesenangan adalah harga mati

Walau tak jarang kesenangan itu mengahantarkan mereka pada kematian

Terkadang mereka percaya takdir, namun cinta sudah terlanjur menjadi tuhan

Sehingga kebenaran sejati nampak bias di mata mereka

Malang, 13 November 2010

By: Adianshari

Kaboro Tuga



Kaboro Tuga

Doho balingo ndanda donga langi

Doho podampa kese dua kai sarumbu kasa

Adeku nadahu disa wunga ngenaku ibu dose

Ne’e kaboro tuga lao kai ricu raka toga

Ake arara ibu kabuneku cara loa kaina iba

Loa kaina tanda tanga kaloakura doho santengi

Kantikaku gega baina ipi gugu

Kantikaku sarome roho to’i loana tarima

Oe ruma dei itampa suju te’e kaiku rima

Kasi kaipu ade aka mada dei adamu

Ma manggi kalai ma dangawa nggori kulia

Ake mada kawa’ura sada kane’era ricu wisuda

Ta mebei to’ipu tenggo sarumbu ro turu teipu ncai ma rombo

Kaloakura disa eda angi labo ibu dose

Baina iuku wedu baina kidi kamidiku bune wadu

Kaloakura nuntu kabae saraana ra karawi ro kabua

Malang, 02 November 2010