Senin, 04 April 2011
Ayah...
Curahan hati…
Sabtu, 13 November 2010
Cinta dan Kpalsuan
Cinta dan Kepalsuan
Perselingkuhan antara cinta dan kemunafikan melahirkan sejuta kepalsuan
Perkawinan antara kepalsuan dan keragu-raguan membuahkan fatalistas permanen
Sesuatu yang paling intim dari proses fatalisasi adalah matinya proses berpikir
Al-Hasil karakter dan jatidiri punah secara perlahan
Idealismepun menjadi barang langka
Cukup tragis bukan???
Inilah fatalitas dari cinta!!!
Cinta yang disalah gunakan dan disalah artikan
Yang dikawal oleh eksistensi kebohongan
Yang diiming-imingi kesenagan sesaat
Akhirnya masa lalu hanya tinggal sejarah
Masa kini adalah segala-galanya
Masa depan??? Itu Cuma mimpi kawan…
Tak pernah ada masa depan dalam dunia nyata
Itulah kata para pecinta yang pola pikirnya diselimuti kabut
dan misteri kepalsuan cinta
Kelihatannya cukup menyedihkan, tapi mereka cukup menikmatinya
Keaslian dan imitasi nampak sama di mata mereka
Dosa??? Mungkin tak ada dalam bahasa meraka
Kesenangan adalah harga mati
Walau tak jarang kesenangan itu mengahantarkan mereka pada kematian
Terkadang mereka percaya takdir, namun cinta sudah terlanjur menjadi tuhan
Sehingga kebenaran sejati nampak bias di mata mereka
Malang, 13 November 2010
By: Adianshari
Kaboro Tuga

Kaboro Tuga
Doho balingo ndanda donga langi
Doho podampa kese dua kai sarumbu kasa
Adeku nadahu disa wunga ngenaku ibu dose
Ne’e kaboro tuga lao kai ricu raka toga
Ake arara ibu kabuneku cara loa kaina iba
Loa kaina tanda tanga kaloakura doho santengi
Kantikaku gega baina ipi gugu
Kantikaku sarome roho to’i loana tarima
Oe ruma dei itampa suju te’e kaiku rima
Kasi kaipu ade aka mada dei adamu
Ma manggi kalai ma dangawa nggori kulia
Ake mada kawa’ura sada kane’era ricu wisuda
Ta mebei to’ipu tenggo sarumbu ro turu teipu ncai ma rombo
Kaloakura disa eda angi labo ibu dose
Baina iuku wedu baina kidi kamidiku bune wadu
Kaloakura nuntu kabae saraana ra karawi ro kabua
Malang, 02 November 2010